infonesia.xyz – “Karena problemnya di validasi data dan sistem pembagiannya. Tapi sudah terselesaikan buktinya di Jabodetabek lebih lancar,” terang Gery.

Gery mengatakan di Jabodetabek, sudah 63,4 persen STB gratis yang didistribusikan ke masyarakat miskin yang berhak. Siaran tv analog di Jabodetabek akan dimatikan pada 5 Oktober mendatang

Ia memperkirakan bahwa pendistribusian STB gratis, yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun lembaga penyiaran swasta sebagai pelaksana multipleksing, akan rampung di akhir September.

Gery menerangkan kalau awalnya pembagian STB gratis ini didasarkan pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Kementerian Sosial (Kemensos). Namun ia menilai kalau data ini nyatanya kurang tepat untuk pembagian STB gratis.

“Kami konsolidasi. Alhamdulillah dengan bantuan Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil, ternyata pemerintah punya rencana yang besar. Datanya menggunakan referensi Nomor Induk Kependudukan. Jadi kami menggunakan namanya Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) ini,” paparnya.

“Jadi seluruh masyarakat indonesia itu punya tingkatan, dimulai dari keluarga miskin hingga tingkatan yang tertinggi,” jelas dia.

Ia juga optimistis pembagian STB gratis itu ditargetkan rampung bersamaan dengan ASO keseluruhan pada 2 November 2022.

“Insyaallah terkejar, karena teman-teman sudah coba juga mem-planning semuanya. Karena kemarin isunya didistribusi. Apakah harus door to door atau pooling itu. Pooling sistem yang dipakai juga untuk vaksin itu luar biasa cepat (proses distribusinya). Sehari bisa berapa puluh ribu dan cepat,” pungkasnya.