infonesia.xyz – ADT masih jadi tim yang disegani di musim kedua PMVB. Ddew sebagai ujung tombak sekaligus andalan musim lalu cukup konsisten membimbing rekannya. Walau terjadi pergantian roster di kubu ADT, hal tersebut tampaknya tak berpengaruh untuk Ddew dan ADT. Memasuki grand final PMVB S2, ADT duduk di peringkat empat klasemen bahkan mencetak rekor total eliminasi terbanyak dalam satu round yakni 19 kills.

Dalam sesi media interview PMVB, ia pun menjelaskan apa alasan ADT melakukan pergantian pemain dan kenapa performa timnya tetap ganas seperti biasanya. “Aku sih kaya pergantian roster sama pergantian si Thomas (Rellyn) soalnya sering main kan kaya chemistrynya sudah dapat, kalau sama yang lalu kaya sudah ngga cocok aja sih biar ADT bisa lebih-lebih bagus,” ujar Ddew di sesi media interview. Untuk penyesuaian dengan Bolte, saat ini ADT masih terus melakukan adaptasi sampai benar-benar padu.

Ddew sangat termotivasi untuk juara musim ini karena ia gamang dengan karir pro playernya di masa depan. Saat ini Ddew juga terbagi perhatian dengan kuliah hukum yang sedang ia tekuni. Kemungkinan besar Ddew bakal mengejar cita-citanya menjadi jaksa.

“Kalau dari aku harus juara sih. Soalnya kaya aku kuliah kan terus ngga tahu juga bisa main atau ngga, jadi harus juara,” Untuk persiapan grand final PMVB Season 2, Ddew yakin timnya sudah siap 100%.

Jalan ADT untuk jadi juara tentu tak mudah. ONIC Axe sebagai juara bertahan PMVB serta Alter Ego Dione juga panas di babak regular. Apakah skuad ADT kali ini bisa membawa gelar juara?