infonesia.xyz – Riot Games telah mengumumkan 30 tim franchise league 2023. Sebanyak 10 organisasi telah terpilih untuk bersaing di region Asia-Pasifik. Organisasi, pemain dan publik fans pun berdebar. Ada yang terkejut tim favoritnya gagal maupun terpilih untuk tampil di liga. Gary Ongko selaku CEO BOOM Esports angkat bicara setelah timnya tidak terpilih sebagai partner franchise league 2023. Namun, Ongko menyatakan BOOM akan tetap berkomitmen di scene VALORANT.

Kekecewaan tentu dirasakan kubu BOOM Esports. Maklum, skuad The Hungry Beast telah mulai berkiprah beberapa bulan setelah Valorant dirilis pada tahun 2020 dan sejak saat itu menjadi tim tier 1 Indonesia. Meski beberapa kali mewakili Indonesia, BOOM Esports belum mampu meraih posisi terbaik di tingkat VCT SEA (Asia Tenggara).

Kegagalan demi kegagalan tak menyurutkan asa pasukan serigala. Pergantian roster, latihan dan kerja keras mereka akhirnya berbuah manis, menjadi juara di Last Chance Qualifier sehingga lolos ke VCT Champions Istanbul.

Dalam pernyataan resminya, CEO BOOM Esports Gary Ongko mengucapkan terima kasih kepada para penggemar yang telah mendukung tim The Hungry Beast sejak dibentuk pada tahun 2020. Namun ia tak memungkiri kecewa BOOM tidak lolos ke Liga Valorant.

“Kami pikir kami akan menjadi kandidat yang kuat,” kata Gary. “Kami memiliki pemirsa tertinggi dari semua tim Indonesia, 4 besar pemirsa APAC… Saya memang mencoba dan meminta pertimbangan ulang atas pengajuan kami, tetapi semua telah diputuskan.”

Ongko lanjut mengungkapkan bahwa dia sebenarnyasudah mengetahui jika organisasinya tidak akan dipilih untuk kemitraan sebelum berkompetisi di VCT Champions, memastikan hasil di acara tersebut tidak berdampak pada tim dalam proses seleksi. Bani Fl1pJer dkk sempat tampil menjanjikan di game pertama, sayangnya BOOM gagal meraih kemenangan dan tersingkir di babak penyisihan grup.

Ongko mengakhiri pernyataannya dengan mengonfirmasi komitmen BOOM di scene VALORANT dan berharap mereka akan lolos ke liga Asia-Pasifik melalui turnamen promosi di masa mendatang. “Mudah-mudahan fans akan terus mendukung kami musim depan,” katanya.

Riot menjelaskan bahwa nilai-nilai, komitmen terhadap basis penggemar, dan fokus pada keberlanjutan adalah kriteria utama yang dipertimbangkan untuk proses seleksi, bukan hasil masa lalu maupun pencapaian secara kompetitif.

Well, agaknya BOOM Esports tak sendiri merasakan kekecewaan gagal masuk ke Valorant League 2023. Beberapa organisasi besar kenamaan seperti OpTic, FPX, G2 hingga Xerxia juga mengalami nasib yang sama.

Ikuti terus berita terbaru seputar Valorant dan skena esports lainnya di Ligagame Esports! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian.

Jangan lupa, saksikan bincang-bincang berita terkini Valorant NGOVI di channel youtube Ligagame.tv