infonesia.xyz – Populasi bus listrik di Indonesia memang masih sedikit saat ini. Tercatat Transjakarta sudah mengoperasikan 30 bus listrik dan kabarnya akan ditingkatkan jumlahnya.

Mengenai penggunaan bus listrik, memang saat ini harganya masih mahal. Jika dibandingkan dengan bus diesel, harga jual bus listrik bisa tiga kali lipat lebih mahal, belum lagi harus siapkan ekosistem seperti tempat pengecasan.

Gonggomtua Eskanto Sitanggang, Senior Transport Manager Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mengatakan, berdasarkan riset yang sudah dilakukan, mahalnya bus listrik saat ini memang bermula dari harga baterai yang masih tinggi.

“Kami sudah ada studi untuk penggunaan bus listrik untuk perkotaan. menurut hasil studi kami, capital cost bus listrik memang masih mahal, tapi ketika penggunaannya sudah semakin meningkat, tentu harga baterai itu sendiri akan semakin menurun,” ucapnya di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Walaupun begitu, Gonggomtua menjelaskan, keuntungan memakai bus listrik bisa dirasakan operator dalam jangka panjang. Misalnya soal total biaya perawatan bus listrik yang lebih murah dari bus diesel.


“Jangka panjang, penggunaan bus listrik lebih murah dari bus diesel,” kata Gonggomtua.

Kemudian, semakin banyak bus listrik yang ada di jalan raya, jumlah emisi gas rumah kaca bisa ditekan. Mengingat, salah satu penyumbang emisi paling banyak di udara berasal dari kendaraan umum.