infonesia.xyz – Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal Hasnaeni resmi jadi tersangka kasus penyelewengan dana PT Waskita Beton Precast tahun 2016-2020.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi mengatakan Hasnaeni atau ‘ Wanita Emas ‘ menggunakan uang sebesar Rp16 miliar untuk keperluan pribadinya.

“Bahwa tersangka H selaku direktur PT MMM dengan dalih PT MMM sedang melakukan pekerjaan Tol Semarang-Demak, menawarkan pekerjaan kepada PT WBP, Waskita Beton Precast, dengan syarat PT WBP harus menyetorkan sejumlah uang kepada PT MMM dengan dalih penanaman modal,” kata Kuntadi.

Dijelaskan Kuntadi, pekerjaan yang ditawarkan tersebut senilai Rp 341 miliar. PT Waskita Beton Precast pun menyanggupi permintaan Hasnaeni dan tersangka Kristiadi Juli Hardianto (KJH) selaku General Manager PT Waskita Beton Precats membuat invoice pembayaran, seolah-olah PT Waskita Beton Precast membeli material pada PT Misi Mulia Metrikal.

“Sehingga atas dasar tagihan fiktif dari PT MMM maka PT WBP menyerahkan uang senilai Rp 16.844.363.402, yang belakangan diketahui bahwa uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi,” urainya.

Sebelumnya, Hasnaeni dijemput paksa oleh Jampidsus, Kamis 23 September 2022.

Penjemputan tersebut dilakukan dari rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan sebelum penetapan sebagai tersangka.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan wanita emas itu tidak kooperatif dalam pemeriksaan yang dilakukan.

“Yang bersangkutan sudah beberapa kali dilakukan pemanggilan. Artinya tidak kooperatif. Karena itu dari penyidik melakukan penjemputan pada yang bersangkutan,” kata Sumedana kepada wartawan, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News.

Sanitiar Burhanuddin selaku Jaksa Agung Sanitiar mengungkapkan terkait kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana di PT Waskita Beton Precast, Tbk ini sebesar Rp2,5 triliun.***