infonesia.xyz – Kutipan salah satu pernyataan Luhut di acara itulah yang rupanya menjadi buah bibir.

Reaksi warganet begitu beragam dengan kutipan pernyataan ini. Namun kebanyakan pihak mengecam Luhut yang dinilai telah rasis karena secara tidak langsung memandang rendah suku lain di luar Jawa.

Termasuk rasis gak sih ?” komentar warganet lain.

Saya orang jawa tapi tak setuju dengan pernyataan bapak Luhut ini. Katanya ber-Bhinneka Tunggal Ika tapi koq isinya orang Jawa tok. Payah,” kata warganet.

Rasis dan diskriminasi, kurang ajar,” kecam warganet.

Ah the lord mah melempar bom rasisme. Ujung-ujungnya ingin ada kekacauan antar anak bangsa dan dia yang akan berpura-pura menjadi pemadam kebakaran dengan powernya,” timpal yang lainnya.

Namun benarkah Luhut pernah menyampaikan hal tersebut?

Pernyataan Lengkap Luhut, Bermula dari Kesadaran Sulit Mencalonkan Diri sebagai Presiden

Merujuk pada tayangan di kanal YouTube RGTV channel ID, Luhut rupanya menyinggung perihal suku dan jabatan presiden ini kala membahas politik menjelang pemilu 2024 dengan Rocky Gerung.

Dalam kesempatan itu, Luhut mengaku sadar diri tidak bisa mencalonkan diri sebagai presiden, salah satunya karena dirinya yang bukan berasal dari suku Jawa. Diketahui Luhut merupakan salah satu tokoh bangsa yang lahir di Toba Samosir, Sumatera Utara.

“Harus tahu diri juga lah. Kalau kau enggak orang Jawa (lalu ikut) pemilihan langsung hari ini, udah lupain deh,” ujar Luhut di hadapan Rocky, Rabu (21/9/2022).

Meski begitu, Luhut rupanya masih optimis situasi bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya enggak tahu (kalau) 25 tahun lagi, (kalau sekarang) enggak usah memaksakan diri (mencalonkan diri sebagai presiden), sakit hati,” imbuhnya.

Pemikiran inilah yang membuat Luhut urung mencalonkan diri sebagai presiden.

“(Apalagi) saya double minoritas, udah Batak, Kristen lagi. Jadi saya bilang, sudah cukup itu, ngapain saya nyakitin diri saya,” tuturnya.

Luhut lantas mengamini pernyataan Rocky Gerung soal situasi antropologi di Indonesia yang masih berdasarkan etnisitas. Namun Luhut juga tetap menyimpan harapan Indonesia bisa lebih adil kepada semua suku bangsa dalam beberapa tahun ke depan.

Indonesia Pernah Memiliki Presiden non-Suku Jawa

Dari tujuh pemimpin yang pernah menjabat sebagai RI 1, BJ Habibie adalah satu-satunya presiden Indonesia yang bukan berasal dari suku Jawa.

Presiden ke-3 Indonesia ini dilahirkan di Parepare, Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936. BJ Habibie menjabat sebagai presiden pada 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999.

Kala itu BJ Habibie sejatinya menjabat sebagai Wakil Presiden untuk Soeharto. Namun peristiwa 1998 menyebabkan Soeharto lengser dari jabatannya dan digantikan Habibie.

Padahal sebelumnya BJ Habibie lebih banyak berkecimpung di bidang riset dan teknologi. Salah satu pencapaiannya adalah kala memimpin pembuatan pesawat pertama di Indonesia dengan nama N259 Gatotkaca.

Selama menjabat sebagai presiden, BJ Habibie mengeluarkan sejumlah keputusan penting, salah satunya UU Otonomi Daerah.