infonesia.xyz“Intinya untuk server, data , aplikasi-aplikasi di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya serta sistem keamanan, semuanya hingga saat ini aman,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpa dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Meski begitu, penyelidikan oleh Polda Metro Jaya akan tetap dilakukan untuk dugaan kebocoran data tersebut.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Dedi Prasetyo menyebutkan 26 juta dokumen yang diduga telah dibocorkan oleh peretas itu merupakan data usang berdasarkan hasil penelusuran Tim Siber Polri .

Baca Juga: Mulai Perbolehkan Turis Individu Masuk, Berikut Alasan Jepang Cocok untuk Liburan Sendiri

“Saya sudah tanyalan. Setelah didalami Tim Siber, itu hoaks. Data pada 2016,” kata Dedi.

Selain data yang sudah usang, data atau dokumen tersebut merupakan hal yang bisa didapatkan dengan mudah di internet.

“Data itu bisa didapat di internet. Datanya dari Polda Kalteng, wis engga nyambung dengan Polda Metro,” kata Dedi dengan aksen Jawa nya.

Meskipun begitu, dugaan dari kebocoran data itu akan terus didalami. Pendalaman tersebut dilakukan untuk melacak pelaku penyebarannya, kemudian diproses secara hukum.

Baca Juga: AS Diprediksi Mengalami Resesi Panjang hingga 2023, Begini Kata Ekonom

“Ya, penyebarnya masih didalami lagi upaya Ditsiber Polda Metro Jaya saja, tidak usah Mabes,” kata Dedi.

Diketahui sebelumnya telah beredar berita mengenai 26 juta dokumen Polri bocor ke publik. Dokumen tersebut diunggah ke dalam situs gelap Brached Forum oleh pengguna dengan username Meki.

Dalam unggahannya tersebut, ia menuliskan “26 M Database National Police Identity of Indonesia Public”.

Unggahan tersebut sudah diunggah pada Rabu, 21 September 2022 dengan mengklaim mempunyai semua data personel Polri . (Salwa Syafiqoh)***