infonesia.xyz – Hakim Agung Mahkamah Agung ( MA ) yang dibekuk atas dugaan suap pengurusan perkara diketahui merupakan Sudrajad Dimyati.Sudrajad ditersangkakan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) usai terlaksananya operasi tangkap tangan ( OTT ) yang dimulai sejak Rabu, 21 September 2022.

Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi persnya mengatakan bahwa OTT berawal dari laporan masyarakat.

Aduan publik itu berisikan informasi pertemuan rahasia penyerahan suap kepada hakim atau perwakilannya untuk suatu penanganan salah satu perkara di MA .

Baca Juga: Pimpinan KPK: Kami Bersedih Harus Menangkap Hakim Agung, Korupsi di Lembaga Peradilan Sangat Menyedihkan

“Sebagai tindak lanjut pengaduan dan laporan masyarakat, KPK menerima informasi dugaan adanya penyerahan sejumlah uang kepada hakim atau yang mewakilinya terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung ,” kata Firli Jumat, 23 September 2022.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube KPK RI, berikut kronologi OTT Sudrajad Dimyati CS.

Pada Rabu, 21 September

KPK dapat bocoran informasi bahwa pada Rabu, 21 September, pukul 16.00 WIB, akan ada transaksi penyerahan uang.

Firli mengatakan, uang tersebut akan diserahkan oleh Eko Suparno (ES) selaku pengacara klien kasus bersangkutan, kepada Desy Yustria (DY) selaku Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) di Kepaniteraan MA .

Baca Juga: Hakim Agung Sudrajad Dimyati Tersangka Suap Punya Kekayaan Rp10,7 Miliar, Hartanya Didominasi pada Kas

“Rabu, 21 September 2022 sekitar pukul 16.00 WIB, tim KPK mendapat informasi adanya penyerahan sejumlah uang dalam bentuk tunai dari ES kepada DY sebagai perwakilan SD (Sudrajad Dimyati) di salah satu hotel di Bekasi,” ucapnya.

Pada Kamis, 22 September

Adapun Kamis, 22 September 2022, pukul 01.00 WIB, penyidik KPK mulai bergerak untuk menangkap dan mengamankan Desy di rumahnya.

KPK lantas menyita barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan asing dolar senilai $205.000 atau setara Rp3 miliar (kurs hari ini, 23 September 2022, pukul 08.21).

Kemudian secara terpisah KPK turut memburu dan mengupayakan penangkapan atas Yosep Parera (YP) selaku pengacara dan Eko Suparno. Keduanya dibekuk di Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Billy Syahputra Dilaporkan ke Polisi hingga Hakim Agung Ditangkap KPK

“Secara terpisah, Tim KPK juga langsung mencari dan mengamankan YP dan ES yang berada di wilayah Semarang, Jawa Tengah, guna dilakukan permintaan keterangan,” ujar Firli.

Firli menjelaskan pihak beserta barang bukti yang diamankan itu dibawa ke Jakarta. Mereka menjalani pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK , Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Albasri (AB) selaku PNS MA lainnya kata Firli akan segera menyerahkan diri ke KPK . Dia menambahkan, Albasri telah menyerahkan uang tunai lain senilai Rp50 juta. ***