infonesia.xyz – Pemerintah menargetkan pada tahun 2025 nanti sebanyak 15,3 juta pengguna kompor gas LPG akan dapat beralih ke kompor induksi listrik.

Hal tersebut dicanangkan guna mengurangi beban pengeluaran negara terkait impor LPG yang harganya selalu meningkat setiap tahun. Penggunaan kompor listrik pun dinilai dapat menghemat anggaran pemerintah.

Adapun, dari per kilogram gas LPG yang dikonversi ke kompor listrik dapat menghemat biaya sekitar Rp8.000 per kilogram gas LPG.

Selain itu, program konversi ke kompor listrik tersebut juga diharapkan dapat mengubah energi yang mahal menjadi energi murah sehingga dapat dijangkau oleh seluruh kalangan dan mendukung ketahanan energy nasional.

Meski demikian, pemerintah tak akan merealisasikan program tersebut pada tahun 2022 ini. Berdasarkan keterangan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa belum ada keputusan final terkait program konversi kompor tersebut.

“Dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi dari kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi,” katanya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, Sabtu, 24 September 2022.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih akan melakukan uji coba terkait pergantian dari kompor gas LPG ke kompor berdaya listrik.

Nantinya, hasil dari uji coba tersebut akan dievaluasi. Pemerintah juga akan memperhitungkan, biaya, risiko hingga kepentingan masyarakat terkait adanya program konversi kompor tersebut.

“Hasil dari uji coba ini akan dilakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

“Pemerintah akan menghitung dengan cermat segala biaya dan risiko, memperhatikan kepentingan masyarakat serta mensosialisasikan kepada masyarakat sebelum program diberlakukan,” tuturnya, melanjutkan.

Sebagai informasi, uji coba kompor listrik akan dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero).

Adapun, uji coba program konversi kompor LPG ke kompor listrik tersebut akan diberikan kepada dua ribu keluarga di dua kota, yaitu di Solo, Jawa Tengah dan Denpasar, Bali.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana.

“PLN sedang melakukan uji coba di dua kota, masing-masing 1.000 keluarga penerima manfaat di Denpasar dan Solo. Kita mempelajari keberterimaan terhadap kompor induksi ini,” katanya.

Diketahui, nantinya para keluarga penerima kompor listrik tersebut akan mendapatkan paket kompor induksi dengan tipe 2 tungku dan daya 1.000 Watt serta 1.800 Watt.

Selain itu, penerima kompor listrik gratis juga akan dibantu pemerintah untuk dapat menyesuaikan daya listrik mereka secara cuma-cuma.***