infonesia.xyz – Penyelesaiannya tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan tengah ditunggu banyak pihak. Tol ini digadang-gadang dapat menjadi obat kemacetan yang sering terjadi di jalur utama Jakarta-Bandung.

Jika tersambung sepenuhnya, jalan tol ini dirancang mencapai 62 km, yang diharapkan bisa mengurangi beban lalu lintas Jakarta-Cikampek saat ini. Japek II Selatan disebut-sebut bisa memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung jadi kurang dari 1 jam.

Direktur Teknik PT Jasa Marga Japek Selatan, Bambang Sulistyo mengatakan tol ini juga akan menambah akses yang ada saat ini yakni Tol Layang Mohammed Bin Zayed dan sisi bawah yang lebih dahulu ada.

“Ini menjadi pertemuan Jakarta dan Cipularang. Rencana kecepatan maksimum di sini 80 km per jam dan ini jaraknya 62 km. Jadi, sekitar 45 menit nyampe Jakarta-Bandung. Lebih cepat,” ujar Bambang dikutip Sabtu (23/9/2022).

Tol ini juga terhubung dengan jaringan jalan tol JORR 2 yakni tol Cimanggis-Cibitung dan tol Purbaleunyi. Sehingga kendaraan yang berasal dari kawasan BSD sampai Pondok Indah tidak perlu lagi memutar di simpang Cikunir, tetapi bisa langsung mengarah ke Jatiasih Bekasi, hingga tembus kawasan Sadang Purwakarta.

Jika sudah beroperasi penuh nantinya tarif melewati ruas tol ini akan dikenakan sebesar Rp77.500 untuk kendaraan golongan I. Besaran tarif itu perhitungan kasar dari tarif yang direncanakan adalah Rp1.250 per km.

Sementara itu, berdasarkan pengukuran via Google Maps, jarak pintu gerbang tol Jatiasih melalui jalur tol Jakarta-Cikampek sampai Sadang kurang lebih 72 km.

Sedangkan jarak pada tol Japek II Selatan hanya 62 km dari SS Jatiasih STA0 + 000 – SS Sadang. STA 60+992 Artinya dengan melewati tol Japek II selatan ini bisa memangkas jarak perjalanan kurang lebih sampai 10 km.

Namun waktu tempuh kurang lebih 1 jam ini hanya menghitung perjalanan dari Jatiasih, Kota Bekasi, menuju wilayah Sadang, Purwakarta. Sedangkan untuk menuju Kota Bandung masih perlu menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer lagi.

Proyek jalan tol Japek II Selatan ini diprediksi menelan investasi senilai Rp14,69 triliun dengan masa konsesi 35 tahun. Jika sudah rampung, ruas tol ini akan memiliki 7 titik gerbang tol (GT). Yaitu, GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.

Pembangunan proyek ini memang sedang dikebut, terutama untuk paket 3 yang dijadwalkan bisa beroperasi penuh di awal tahun 2023. Sedangkan untuk untuk paket dipatok selesai pada 2024 dan 2028 mendatang.

Berikut perinciannya: