infonesia.xyz – Kasus dugaan prostitusi yang melibatkan anak usia 16 tahun diungkap oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang , Polda Sumatera.

Tim Klewang dengan anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang berhasil mengamankan tersangka WO (32) pada Selasa, 20 September 2022.

Seorang perempuan yang diketahui sebagai muncikari ini telah mengeksploitasi korbannya secara seksual kepada pria berhidung belang di kota tersebut.

Penangkapan tersebut dilakukan di kamar Hotel “A” di Jalan Bundo Kanduang, kota Padang .

“Dari pengungkapan kasus ini, kami menangkap seorang perempuan yang diduga sebagai muncikari , WO (32), saat ini yang bersangkutan telah berstatus sebagai tersangka dan ditahan,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang , Kompol Dedy Adriansyah Putra seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Dedy mengatakan, atas perbuatannya, tersangka WO terjerat pidana karena melanggar Pasal 76 huruf I, juncto Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Pasal tersebut berbunyi setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, bahkan turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak.

Dedy menambahkan, tersangka yang diketahui merupakan seorang ibu rumah tangga ini terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun, dan denda sebesar Rp200 juta.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif, kami juga memintai keterangan terhadap korban serta pihak lain yang terkait dengan kasus, termasuk pihak hotel,” katanya.

Kepolisian mengungkapkan bahwa tersangka WO sudah menjadi muncikari dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Ia berperan dalam mencari kamar hotel dan menawarkan perempuan dibawah umur kepada laki-laki hidung belang.

Tersangka WO mendapat keuntungan hingga ratusan ribu rupiah dalam setiap transaksi.

Laporan kasus ini diterima oleh Polresta Padang ketika mendapat informasi dari masyarakat bahwa adanya aktivitas prostitusi di kota tersebut.

“Berbekal penyelidikan itulah kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka, saat penggerebekan kami juga mengamankan anak berusia 16 tahun yang akan dieksploitasi oleh tersangka kepada seorang pria,” ucap Dedy.

Karena kasus tersebut, polisi meminta kepada pihak hotel atau sejenisnya untuk tidak memberikan ruang jika ada aktivitas yang berbau tindakan prostitusi karena tindakan tersebut melanggar hukum dan bertentangan dengan adat Minangkabau.

“Kami akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas prostitusi ini, sesuai dengan instruksi pimpinan,” ujarnya. (Sophia Pemerena)*** **