infonesia.xyz – Hasnaeni dijemput paksa untuk diperiksa sebelum ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 22 September 2022.

Hasnaeni hendak diperiksa karena diduga melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan dana oleh PT Waskita Beton Precast.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana menerangkan, Hasnaeni tidak kooperatif dalam pemeriksaan.

Ketut juga mengatakan sudah beberapa kali dilakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan namun tidak kooperatif. Oleh karena itu, penyidik melakukan penjemputan paksa.

Tak lama setelah ditetapkan menjadi tersangka, Hasnaeni melakukan perlawanan kepada petugas.

Ketika ditangkap, Hasnaeni menggunakan kursi roda dan terdapat tali yang menyerupai infus pada tangannya.

Saat petugas hendak dibawa masuk ke mobil tahanan, Hasnaeni berteriak menolak untuk dimasukkan ke dalam mobil, dan berupaya menghindari kamera dengan menutup wajahnya menggunakan selendang yang dibawa.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kuntadi menerangkan, sebelum Hasnaeni ditetapkan menjadi tersangka, malam sebelumnya ia mendatangi sebuah rumah sakit dan meminta untuk dirawat.

Saat tahu Hasnaeni beralasan sakit, penyidik kemudian melakukan verifikasi ke pihak rumah sakit dan dokter yang merawatnya. Penyidik meminta seorang dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan Hasnaeni .

“Kesimpulannya yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan bias dihadirkan di kejaksaan dan pada hari ini. Kami jemput dari rumah sakit untuk diajukan ke kejaksaan untuk menjalani proses selanjutnya,” ujar Kuntadi.

Sebelumnya, Hasnaeni pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut pada Rabu 31 Agustus 2022.

Dalam perkara ini, Hasnaeni disangkakan dengan pasal 2, pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Hasnaeni mendapat julukan Wanita Emas karena ia mendirikan Partai Era Masyarakat Sejahtera yang disingkat Partai Emas.

Sampai saat ini, total ada tujuh orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka pada kasus ini.

Sebelumnya penyidik telah menetapkan empat orang tersangka yakni, Agus Wantoro, Benny Prastowo, Agus Prihatmono, dan Anugriatno.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin pada Selasa 26 Juli 2022 menyebutkan, kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dana di PT Waskita Beton Precast, Tbk sebesar Rp2,5 triliun. (Yemima Oholibama Wibowo)***