infonesia.xyz – “Kami meminta Presiden Joko Widodo untuk mengangkat kami sebagai ASN, tanpa tes,” kata Koordinator Lapangan Nakes Kabupaten Tasikmalaya, Asep Rosihan Anwar, saat di temui di lokasi, Kamis.

Asep mengatakan selama ini mereka kerap mendapat saingan dengan tenaga kesehatan yang baru saja lulus menyelesaikan pendidikan. Angka kelulusan Nakes menurut Asep cukup tinggi namun peluang menjadi ASN begitu kecil.

Di Kabupaten Tasikmalya sendiri, kuota pembukaan untuk menjadi ASN, setiap tahunnya hanya sekitar 47.

“Setahun itu cuma kuotanya hanya 47. Sementara kami ada ribuan,” ungkapnya.

Risiko pekerjaan dan upah yang tidak sesuai menjadi landasan mereka menuntut dijadikan ASN.

Asep menuturkan, Nakes yang bertugas di Puskesmas wilayah Kabupaten Tasikmalaya di upah dibawah Rp 1 juta. Tidak ada Nakes disana yang mendapatkan upah layak.

“Di Kabupaten Tasikmalaya itu pada (upah) pada dibawah Rp 1 juta. Ada yang Rp 750ribu dan paling besar itu Rp 950 ribu,” pungkasnya.