infonesia.xyz Boeing dinilai menyesatkan investor tentang keamanan 737 Max , usai dua pesawat miliknya terjatuh dan menewaskan 346 orang.

Diketahui, Securities and Exchange Comission (SEC) menuduh Boeing dan mantan CEO-nya, Dennis Muilenburg, melalui siaran pers pada Kamis, 22 September 2022.

Mereka membuat pernyataan publik ‘menyesatkan’ tentang pesawat dan sistem kontrol penerbangan otomatis yang terlibat dalam kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia.

Baik Boeing maupun Muilenburg enggan mengakui kesalahannya.

Namun, mereka menawarkan untuk menyelesaikan dan membayar denda, termasuk 1 juta dolar AS, yang harus dibayar mantan CEO, Dennis Muilenburg.

Baca Juga: Mantan Bos Google Indonesia, Rudy Ramawy, Meninggal Dunia

SEC mengatakan, Boeing dan Muilenburg tahu bahwa sistem penerbangan yang dikenal sebagai MCAS, menimbulkan masalah keamanan, tetapi meyakinkan publik bahwa pesawat yang bernama 737 Max itu aman.

Melalui pernyataannya, SEC juga menyalahkan keduanya yang mengklaim bahwa tidak ada celah dalam proses sertifikasi pesawat sejak awal.

“ Boeing dan Muilenburg menempatkan keuntungan di atas nyawa manusia dengan menyesatkan investor tentang keamanan 737 Max . Semuanya dilakukan demi membangun kembali citra Boeing usai kecelakaan terjadi,” tutur Gurbir Grewal, direktur divisi penegakan SEC.

Baca Juga: Ada Apa dengan Sadio Mane? Performanya Menurut, Pelatih Munchen Angkat Bicara

Sebelumnya, Boeing menyatakan telah membuat perubahan mendalam di perusahaannya sebagai respons atas kecelakaan tersebut dmi meningkatkan keselamatan dan kualitas.

“Penyelesaian hari ini adalah bagian dari upaya perusahaan yang lebih luas untuk bertanggung jawab menyelesaikan masalah hukum yang belum terselesaikan terkait kecelakaan 737 Max , dengan cara melayani kepentingan terbaik pemegang saham, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya,” tutur perusahaan yang berbasis di Arlington, Virginia itu.

Diberitakan sebelumnya, 737 Max merupakan pesawat baru yang dioperasikan oleh Lion Air Indonesia, jatuh ke Laut Jawa pada Oktober 2018. Selain itu, 727 Max lain yang diterbangkan oleh Ethiopian Airlines juga menukik ke tanah dekat Addis Ababa pada Maret 2019.

Baca Juga: Profil Joelle Rich Pengacara yang Menjalin Asmara dengan Johnny Depp, Bukan Camille Vasquez!

Dalam setiap insiden, MCAS mendorong hidung pesawat ke bawah setelah mendapatkan pembacaan yang salah dari sensor tunggal, dan pilot tak dapat memperoleh kembali kendali.

Insiden itu menyebabkan regulator di seluruh dunia mengandangkan pesawat tersebut selama hampir dua tahun hingga Boeing memperbaiki sistem kontrol penerbangan, yang dirancang untuk membantu mencegah kemacetan aerodinamis ketika hidung pesawat menukik terlalu tajam.

“ Boeing tahu ( 737 Max bermasalah) ketika membuat klaim bahwa MCAS perlu diperbaiki dan sudah merancang perubahan,” tutur SEC.

Setelah insiden di Ethiopia, Muilenburg mengatakan, Boeing telah mengikuti proses sesuai standar untuk mendapatkan pesawat yang disertifikasi oleh regulator.

“Namun, pada saat itu (ketika Boeing dipanggil oleh pengadilan dari jaksa federal), ditemukan dokumen yang menunjukkan bahwa mereka ( Boeing ) tidak mengungkapkan fakta-fakta utama tentang MCAS kepada Federal Aviation Administration,” ujar SEC.(Khadijah Ardallyana Qirba)***