infonesia.xyz – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengoptimalkan peran penyidik dalam pemberantasan jaringan narkobadan prekursor narkotika baik pada skala nasional maupun internasional.

Terkait hal itu, sejak 12 September hingga 22 September 2022, BNN menggelar pelatihan Raid Planning and Execution (RPE) bagi penyidik.

“Usai mengikuti pelatihan RPE selama 10 hari ini para penyidik diharapkan dapat menjadi agen-agen lapangan yang mampu memahami hukum dan perundang-undangan terkait narkotika,” kata Inspektur Utama BNN RI Wahyono pada penutupan pelatihan Raid Planning and Execution (RPE) BNN RI Gelombang III tahun 2022 di lapangan PPSDM BNN, Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Wahyono mengatakan pelatihan itu untuk mengoptimalkan peran para penyidik dalam pemberantasan narkoba dengan meningkatkan kapasitas melalui pelatihan yang membentuk sumber daya manusia mumpuni serta andal dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya sehari-hari.

Pelatihan tersebut, kata dia, dapat meningkatkan kemampuan penyidik dalam melakukan RPE yang efektif sesuai dengan SOP dan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam memberantas jaringan narkoba.

Setelah mengikuti pelatihan RPE selama 10 hari ini para penyidik diharapkan dapat menjadi agen-agen lapangan yang mampu memahami hukum dan perundang-undangan terkait narkotika.

Selain itu, memahami prosedur RPE dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika, menerapkan taktik dan teknik menembak serta handling suspect/informan, memahami cara perlawanan teror, pengamanan tim, dan juga medis dasar dalam melaksanakan RPE.

Ia optimistis para penyidik kasus narkoba lembaga tersebut dari pusat hingga wilayah dapat menjadi semakin profesional dan berdedikasi tinggi melalui program pelatihan yang diberikan secara bertahap.

Pelatihan kali ini diikuti 30 penyidik dari seluruh Indonesia.

Irtama BNN menyerahkan sertifikat pelatihan RPE secara simbolis kepada peserta dan menyaksikan secara langsung simulasi RPE hasil pelatihan yang telah dilaksanakan.

Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat membuka pelatihan tersebut Senin (12/9), mengatakan bahwa kesiapsiagaan yang ditampilkan oleh personel Deputi Pemberantasan BNN RI ini menunjukkan bahwa BNN RI selalu siap sedia dalam menghadapi ancaman peredaran narkotika yang kian serius dan mendesak.

Dikatakannya, kesiapsiagaan yang ditunjukkan untuk merealisasikan tagline “War On Drugs” yang digadang BNN RI dalam pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Sebagai lembaga negara yang diberi kewenangan dalam penanganan kejahatan yang terorganisasi atau extraordinary crime, Kepala BNN RI mengingatkan seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan nama baik institusi dengan menorehkan prestasi yang didedikasikan untuk masyarakat, bangsa, dan negara.