infonesia.xyz – Semua pekerjaan mempunyai tantangan, hambatan dan kesulitannya masing-masing, baik yang bekerja di kantoran atau lapangan.

Tidak jarang para pekerja mengalami burn out . Burn out merupakan kondisi stres kronis yang dialami pekerja karena merasa lelah secara fisik, mental dan emosional yang disebabkan oleh pekerjaannya.

Orang yang mengalami burn out biasanya ditandai dengan tiga hal.

Pertama kelelahan fisik, seseorang yang mengalami burn out akan selalu merasa kekurangan energi dan merasa kelelahan sepanjang waktu.

Tanda yang kedua, kelelahan emosional. Depresi, perasaan tidak berdaya merasa terperangkap di dalam pekerjaannya.

Tanda yang ketiga, seseorang yang mengalami burn out seringkali menunjukan kelelahan sikap atau mental.

Atau akan mulai sinis dan merasa negatif terhadap orang lain maupun pekerjaannya sehingga cenderung merugikan diri sendiri, pekerjaan, organisasi dan kehidupan pada umumnya.

Berikut tiga penyebab seseorang bisa mengalami burn out dalam bekerja.

– Bekerja terlalu keras

Salah satu penyebab burn out adalah karyawan bekerja terlalu keras karena terobsesi pada kesuksesan.

Seseorang yang mengalami burn out biasanya memiliki beban kerja yang berlebihan daripada yang seharusnya. Yang mana biasanya akan mengorbankan kehidupan sosial dan kesehatan.

– Tidak mendapat apresiasiMenerima apresiasi terhadap hasil pekerjaan sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental dalam bekerja.

Seseorang yang mengalami burn out merasa tidak cukup diapresiasi sehingga merasa frustasi dengan dan pekerjaan.

Pada kondisi seperti ini seseorang merasa kurang tertantang dan mencoba menjauhkan diri dari tanggung jawab pekerjaan.

Dinamika disfungsional di tempat kerja

Seseorang yang mengalami burn out , merasa mendapatkan intimidasi di kantor, merasa diremehkan atau diacuhkan oleh rekan kerja dan bos dapat menjadi perasaan tak berdaya karena merasa tak memiliki peranan penting di dalam perusahaan.

Kondisi seperti ini berakibat pad penurunan motivasi kerja karena menganggap dirinya kurang berkompeten.

Berikut ada tiga cara untuk mengatasi burn out .

1. Usahakan tugas dan beban kerja sesuai dengan kontrak awalCoba lihat tugas yang Anda kerjakan sehari-hari dengan uraian pekerjaan yang ada pada kontrak awal bekerja.

Bisa jadi tugas dan tanggung jawab yang dibebankan pada Anda porsinya terlalu membebankan dan berlebihan dengan yang seharusnya.

2. Beri Batasan yang jelas pada diri Anda

Saat mulai merasakan burn out , mungkin ini saat yang tepat untuk Anda mengambil cuti.

Melakukan liburan sejenak untuk memulihkan kesehatan fisik dan mental.

Jauhkan ponsel dan memeriksa email dari perusahaan. Fokuskan untuk memanjakan diri.

3. Kelilingi diri dengan energi positif

Menerima energi positif dari orang lain menjadi pengalaman yang menyenangkan. Oleh karena itu, ketika sedang merasa burn out , ciptakan energi positif disekitar Anda.

Hal ini efektif untuk saling menyebarkan dan menarik dukungan antara satu sama lain dan menjadi salah satu cara mengatasi burn out yang baik.

Hal ini membantu mengoptimalkan semangat dan produktivitas kerja.

Orang yang mengalami burn out tidak bisa dianggap sepele, karena akan berpengaruh pada kualitas hidup.

Jika sedang dalam keadaan baik-baik saja, lakukanlah upaya pencegahan dengan mengelola waktu dengan bijak serta menciptakan suasana kerja yang positif supaya tetap bersemangat dalam bekerja. (Yemima Oholibama Wibowo)***