infonesia.xyz – Katarsis adalah sebuah istilah untuk merujuk ke suatu keadaan pelepasan emosi.

Menurut teori psikoanalitik, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Very Well Mind, pelepasan emosi ini terkait dengan kebutuhan untuk meredakan konflik yang tidak disadari.

Misalnya, kondisi ketika seseorang mengalami stres atas situasi yang berhubungan dengan pekerjaan dapat menyebabkan perasaan frustrasi dan ketegangan.

Perasaan seperti stres, cemas, takut, marah, dan trauma dapat menyebabkan perasaan yang lebih intens serta sulit untuk dibangun dari waktu ke waktu.

Pada titik tertentu, rasa ini seperti ada tumpukan emosi dan gejolak yang membuatnay menjadi luar biasa.

Titik dimana orang bahkan mungkin merasa seolah-olah mereka akan “meledak” kecuali mereka menemukan cara untuk melepaskan emosi yang terpendam ini.

Daripada melampiaskan perasaan ini secara tidak tepat, individu malah dapat melepaskan perasaan ini dengan cara lain, seperti melalui aktivitas fisik atau aktivitas penghilang stres lainnya.

Istilah katarsis telah digunakan sejak zaman Yunani Kuno, tetapi rekan Sigmund Freud, Josef Breuer, adalah orang pertama yang menggunakan istilah tersebut untuk teknik terapi

Katarsis sendiri ada untuk menyembuhkan penyakit histeria.

Perawatannya melibatkan pasien mengingat pengalaman traumatis saat berada di bawah hipnosis.

Sehingga seseorang dengan secara sadar mengekspresikan emosi yang telah lama ditekan dan pasien merasakan perasaan yang lega.

Istilah katarsis juga telah menemukan dalam bahasa sehari-hari, sering digunakan untuk menggambarkan momen saat membuka wawasan baru.

Seseorang yang mengalami perceraian mungkin menggambarkan mengalami momen katarsis yang membantu membawa mereka rasa damai dan membantu orang itu melewati hubungan yang buruk.

Orang-orang juga menggambarkan mengalami katarsis setelah mengalami semacam peristiwa traumatis atau stres seperti krisis kesehatan, kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau kematian orang yang dicintai.

Meskipun berbeda dari biasanya digunakan dalam psikoanalisis, istilah ini masih sering digunakan untuk menggambarkan momen emosional yang mengarah pada perubahan positif dalam kehidupan seseorang.

Katarsis dapat terjadi selama terapi, tetapi juga dapat terjadi pada saat-saat lain, seperti.(Raden Roro Nabiilah Cakraningtyas)*** **