infonesia.xyzPIKIRAN RAKYAT- Terdapat beberapa dampak yang akan dihadapi apabila jumlah populasi berkurang secara drastis dalam sebuah negara.

Salah satunya adalah berkurangnya tenaga kerja sehingga menurunkan produktivitas negara.

Berkurangnya usia kerja yang membayar pajak akan menyebabkan resesi ekonomi atau penurunan pertumbuhan penduduk.

Salah satu contoh adalah populasi Italia digadang-gadang akan menurun hampir seperlima selama lima dekade ke depan sebagai akibat dari tingkat kelahiran yang terus menurun.

Hal tersebut diungkap badan statistik negara itu, ISTAT, Kamis 22 September 2022.

Populasi yang menyusut dan menua merupakan kekhawatiran utama bagi negara terbesar ketiga di zona euro itu, terkait penurunan produktivitas dan tagihan kesejahteraan yang lebih tinggi.

Menurut skenario dasar, penduduk Italia akan menyusut dari 59,2 juta pada 2021 menjadi 54,2 juta pada 2050 dan 47,7 juta pada 2070, kata sebuah pernyataan.

Orang Italia berusia 65 atau lebih akan mencapai 34,9% dari populasi pada tahun 2050, melonjak dari 23,5% pada tahun 2021.

Sementara usia rata-rata akan naik menjadi 50,6 dari 45,9 pada periode yang sama.

ISTAT mengakui bahwa perkiraan demografis jangka panjang tunduk pada ‘ketidakpastian yang mendalam’, tetapi mengatakan ‘hampir pasti’ bahwa populasi Italia akan berkurang.

Dalam skenario terburuk, kehilangan populasi pada tahun 2070 bisa mencapai 18 juta orang, kata ISTAT, meskipun dalam keadaan terbaik diperkirakan penurunan hanya 4,2 juta.

Badan tersebut mencatat bahwa Italia telah menghadapi tren demografis negatif selama sekitar 15 tahun, hanya sebagian dikurangi oleh imigrasi.

ISTAT melaporkan 399.431 kelahiran pada tahun 2021, turun dari 404.892 pada tahun 2020, angka terendah sejak negara itu bersatu pada tahun 1861. Kematian tahun lalu mencapai 709.035.***