infonesia.xyzPIKIRAN RAKYAT- Wacana Iran ingin mengaktifkan kembali energy Nuklir pernah mencuat ke publik.

Komunitas internasional harus menggunakan “kekuatan militer” jika Iran mengembangkan senjata nuklir .

Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengatakan kepada PBB pada hari Kamis, saat ia menegaskan kembali dukungan untuk pembentukan negara Palestina yang “damai”.

Israel telah melakukan serangan diplomatik yang intens dalam beberapa bulan terakhir untuk mencoba meyakinkan Amerika Serikat.

Serta kekuatan utama Eropa seperti Inggris, Prancis dan Jerman untuk tidak memperbarui kesepakatan nuklir Iran 2015.

Selama 10 hari terakhir, berbagai pejabat telah menyarankan kesepakatan yang dibatalkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 2018.

Lapid mencoba lakukan pendekatan untuk mendorong Barat ke memaksakan pendekatan yang lebih keras dalam negosiasi mereka.

“Satu-satunya cara untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir adalah dengan menempatkan ancaman militer yang kredibel di atas meja,” kata Lapid dalam pidato di Majelis Umum PBB.

Hanya dengan begitu “kesepakatan yang lebih lama dan lebih kuat dengan mereka” dapat dinegosiasikan.

“Perlu dijelaskan kepada Iran bahwa jika Iran memajukan program nuklirnya, dunia tidak akan menanggapi dengan kata-kata, tetapi dengan kekuatan militer,” tuturnya.

Dia tidak merahasiakan bahwa Israel sendiri akan bersedia untuk terlibat jika merasa terancam.

“Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan,” katanya.

” Iran tidak akan mendapatkan senjata nuklir ,” ujarnya lagi.

Dari podium Majelis Umum, Lapid menuduh kepemimpinan Teheran melakukan “orkestra kebencian” terhadap orang Yahudi, dan mengatakan para ideolog Iran

“membenci dan membunuh Muslim yang berpikir berbeda, seperti Salman Rushdie dan Mahsa Amini,” wanita yang kematiannya setelah ditangkap oleh Kebijakan moralitas Iran telah memicu protes luas di sana.

Israel , yang menganggap Iran sebagai musuh bebuyutannya, juga menyalahkan Teheran karena mendanai gerakan bersenjata termasuk Hizbullah Lebanon dan Hamas Palestina.***