infonesia.xyz – Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif memperingatkan pada Jumat (23/9/2022) bahwa banjir mengerikan yang pernah terjadi di negaranya adalah tanda bencana iklim yang akan datang di seluruh dunia.

Hujan monsun yang belum pernah terjadi sebelumnya telah membanjiri sepertiga wilayah Pakitan dan menewaskan hampir 1.600 orang serta menggusur lebih dari 7 juta orang belum lama ini.

Luas wilayah Pakistan yang terkena banjir sebanding dengan wilayah Inggris Raya.

“Apa yang terjadi di Pakistan (bencana) tidak akan hanya tinggal di Pakistan,” kata dia dalam pidato penuh semangat di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dia menambahkan bahwa kehidupan warga Pakistan telah “berubah selamanya” setelah mereka kehilangan rumah, mata pencaharian hancur, dan lahan pertanian tergenang akibat bencana.

Sharif mengatakan ketidakadilan melekat dalam krisis iklim .

Dia menyebut negaranya yang berpenduduk 220 juta orang padahal berada di “titik nol” perubahan iklim, hanya bertanggung jawab atas kurang dari satu persen emisi karbon.

“Mengapa orang-orang saya membayar harga dari pemanasan global yang begitu tinggi bukan karena kesalahan mereka sendiri? Alam telah melepaskan kemarahannya pada Pakistan tanpa melihat jejak karbon kami, yang hampir tidak berarti apa-apa,” katanya.

“Oleh karena itu, sangat masuk akal (bagi kami) untuk mengharapkan beberapa pendekatan keadilan atas kerugian dan kerusakan ini,” lanjut dia, sebagaimana dikutip dari Kantor berita AFP.