infonesia.xyz – Saham-saham Prancis berakhir di wilayah negatif pada perdagangan Kamis waktu setempat (22/9), berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris anjlok 112,83 poin atau 1,87 persen menjadi menetap di 5.918,50 poin.

Indeks CAC 40 bangkit 0,87 persen atau 51,86 poin menjadi 6.031,33 poin pada Rabu (21/9), setelah terpangkas 1,35 persen atau 82,12 poin menjadi 5.979,47 poin pada Selasa (20/9), dan merosot 0,26 persen atau 15,71 poin menjadi 6.061,59 poin pada Senin (19/9).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, hanya lima saham yang berhasil membukukan keuntungan, sementara 35 saham lainnya menderita kerugian.

Unibail-Rodamco-Westfield SE, sebuah perusahaan properti dan pengembang real estat komersial Prancis menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 5,98 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan yang mendesain, mengembangkan, memproduksi, dan memasarkan sirkuit terpadu semikonduktor dan perangkat lainnya STMicroelectronics N.V. terpuruk 5,96 persen, serta perusahaan pengembang dan pemasaran sistem terintegrasi untuk sektor transportasi Prancis Alstom SA tergelincir 5,27 persen.

Sementara itu, Societe Generale SA, sebuah perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional Prancis terdongkrak 1,60 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan industri makanan multinasional Spanyol-Prancis yang berbasis di Paris Danone SA menguat 1,30 persen, serta perusahaan yang menyediakan layanan telekomunikasi untuk pelanggan perumahan, profesional, dan bisnis besar Orange SA bertambah 0,94 persen.