infonesia.xyz – Menteri ESDM Arifin Tasrif buka suara mengenai larangan ekspor timah. Dia mengatakan, ekspor timah yang bakal dilarang ialah turunan timah ingot.

“Turunannya dari ingot, masih ada turunannya lagi kan,” kata Arifin di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Arifin tak mengatakan secara detil kapan akan diterapkan. Namun, dia mengatakan mesti cepat dilakukan. “Harus segera,” tambah Arifin.

Saat ditanya kesiapan industri, Arifin hanya menuturkan akan siap jika larangan diterapkan. “Dulu juga apa aja nggak siap kita. Disuruh jadi siap,” kata Arifin.

Sebelumnya, (Pjs) Wakil Ketua Umum Bidang ESDM Kadin Indonesia Carmelita Hartoto mengatakan, Indonesia menjadi eksportir logam timah terbesar di dunia. Tahun 2020 ekspor logam timah Indonesia mencapai 65 ribu ton.

Kemudian, di tahun 2021 tingkat ekspornya meningkat jadi 74 ribu ton. Sementara penyerapan dalam negeri sekitar 5% dari produksi logam timah nasional.

Dalam 10 tahun terakhir memang terjadi peningkatan transaksi perdagangan logam timah domestik dari 900 ton menjadi 3.500 ton. Namun, jumlahnya tergolong kecil dan belum dapat menyerap seluruh produksi logam timah nasional.

“Industri hulu timah Indonesia memang telah memberikan manfaat positif, baik terhadap pendapatan negara, penyerapan tenaga kerja, jumlah investasi, maupun program pengembangan pemberdayaan masyarakat. Persoalannya, penyerapan logam timah untuk kebutuhan domestik masih sangat kecil. Hal ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara industri hulu dengan hilir,” ujar Carmelita dalam keterangan tertulis, Kamis (22/9).