infonesia.xyz – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) mengumumkan bahwa perusahaan telah menempuh langkah rightsizing. Lebih dari 95% dari karyawan yang terkena dampak telah menerima tawaran tersebut. Hanya sebagian kecil sisanya masih mempertimbangkan tawaran.

Asal tahu saja, rightsizing adalah strategi perusahaan untuk menggeber kinerja yang lebih cepat. Caranya, bisa dengan menambah jumlah sumber daya manusia (SDM), atau justru melakukan efisiensi SDM di unit usaha yang kurang menguntungkan.

Dengan kata lain, ada pemutusan hubungan kerja (PHK) jika opsi kedua yang diambil. Opsi ini yang dilakukan ISAT.

Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni mengatakan, paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, bahkan yang tertinggi mencapai 75 kali upah, dan secara signifikan lebih tinggi di atas persyaratan ketentuan undang-undang yang berlaku.

“Inisiatif rightsizing berjalan lancar sesuai rencana dan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan yang terkena dampak. Prosesnya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan telah dilakukan dengan pertimbangan matang, yang dilakukan secara objektif dan fair,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, perusahaan telah berkomunikasi secara langsung dan transparan dengan semua karyawan. “Semua telah memahami perlunya meningkatkan kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar saat ini,” tuturnya.

Dengan demikian, Ia menambahkan, inisiatif reorganisasi sangat penting untuk keberlan perusahaan ke depan.

“Inisiatif rightsizing ini didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif, yang diharapkan dapat menjadi langkah strategis yang membawa Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih di Indonesia,” pungkasnya.