infonesia.xyz – Saat ini, TikTok adalah media sosial yang melonjak popularitasnya. Ini disebabkan penggunanya yang mayoritas adalah anak muda. Bahkan, menurut Hootsuite, pengguna TikTok di Indonesia berada di peringkat dua dunia.

Hal inilah yang membuat potensi TikTok meningkat jika digunakan untuk mempromosikan bisnis kita. Terlebih, kalau target pasarnya adalah anak muda.

Hal ini pun dijelaskan pula oleh Nadya Caroline, Digital Marketing Instructor, dalam bertajuk bahwa TikTok saat ini menyediakan ruang bagi para pebisnis untuk mempromosikan bisnisnya.

Apakah Pengguna Baru TikTok Bisa Masuk FYP?

Menurut Nadya, TikTok adalah salah satu platform media sosial yang ramah terhadap pengguna. Pasalnya, konten kita bisa masuk FYP (for your page) dengan mudah.

Perempuan itu pun menjelaskan, “Bisa banget. There’s possibility for that. Karena kebetulan TikTok itu jenis media sosial platform yang high organic rate dan discovery-nya tinggi.”

Berbeda dengan media sosial lainnya, TikTok memiliki algoritma acak yang bisa memungkinkan video dengan viewers rendah pun lewat di beranda kita.

“Jadi, itu fitur advantage yang bisa digunakan dari sisi pebisnis itu yang harus dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.

Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan

Jika ingin video kita tampil di FYP, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, pilihlah jenis akun yang mau digunakan. Nadya menjelaskan, “Kamu sebagai business owner atau pun entrepreneur bisa memilih dua jenis akun TikTok, yaitu individu dan bisnis.”

Ada perbedaan antara kedua akun tersebut. Akun individu tak memiliki batasan jumlah lagu atau suara yang bisa digunakan. Sementara itu, akun bisnis kebalikannya karena kita mewakili suatu nama bisnis.

Meskipun begitu kita tak perlu khawatir, “Akun individu bisa kamu ganti jadi akun bisnis kapan pun kamu mau. Kalo kamu budget-nya udah cukup. Bisa next three month.”

Kedua adalah melakukan riset terhadap kompetitor dari industri yang sama. Mayoritas konten TikTok harus bisa menghibur. Jadi, Nadya menyarankan, “Harus efisien dan efektif orangnya daripada bikin sedemikian rupa mendingan liat kompetitor.”

Kita bisa mencari lima kompetitor. Setelah itu, lihatlah sembilan konten pertamanya. Kemudian, lihatlah tiga konten teratasnya yang paling banyak diminati. Kemudian, kita bisa mengimitasi dan mengemasnya sesuai dengan kebutuhan bisnis kita.

Ketiga adalah menjaga konsistensi. Jadi, meskipun belum punya gawai yang mumpuni, kita harus terus mencoba.

Menurut Nadya ini penting karena, “Effort is appreciated daripada gak sama sekali. Artinya, kamu once step ahead dari kompetitormu yang belum masuk ke TikTok.”

Tak hanya itu, kini, TikTok baru saja meluncurkan fitur baru, yaitu TikTok Ads. Fitur ini terbukti lebih murah daripada iklan di media sosial lainnya.

“Ini adalah feature baru mereka, jadinya lebih murah daripada media sosial lainnya. Jadi, bisa dimanfaatkan kalo kamu yang target audiensnya anak muda.”

Indikator Keberhasilan Video Bisnis di TikTok

Nadya mengungkapkan indikator keberhasilan bisa dipantau melalui fitur save dan share. Sementara itu, menurutnya, fitur comment sering kali kurang kredibel karena banyaknya balasan-balasan yang tak relevan.

Namun, jika tetap ingin melihat, boleh saja. Akan tetapi, “Harus dipilih-pilih dulu yang menunjukkan interest ke produk dan brand kita dan gak bisa dipilih semuanya.”

Kedua fitur di atas sangat disarankan karena, “Kalo save itu menunjukkan apakah ketertarikannya itu bisa maju ke desire. Aku mau nonton lagi nanti. Kalo share itu menunjukkan video kita se-meaningful itu, se-lucu itu.”

Selain itu, indikator itu bisa menunjukkan hasil maksimal jika kita mempersiapkan dengan baik perilaku target audiens. Kita bisa menyebar survei agar mengetahui perilaku mereka.

Dengan begitu, kita bisa menyebar konten yang tepat sesuai kebutuhan mereka. Misalnya, jika pada malam hari mereka sedang bersantai, kita bisa membuat konten hiburan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Banyak dari orang yang kurang teredukasi untuk memasarkan suatu produk. Itu sebabnya, “Kita harus baca literatur atau tanya-tanya sama temen yang punya bisnis.”

Setelah itu, praktikan informasi tertulis itu dan jangan malu meminta bantuan teman untuk mempromosikan bisnis kita. “Malu itu gak boleh ada, ya, kalau kita mau membuat bisnis. Tetep traditional marketingnya dijalankan, ya, distributornya.”

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah jangan menaruh ekspektasi kalau iklan bisa langsung menggiring audiens untuk membeli. Karena fungsi TikTok itu sendiri, “Goals-nya cuma brand awareness, reach, dan engagement.”

Jadi, kita harus sering-sering mencoba dan mengeksplor. Artinya, “Jangan langsung berhenti. Don’t stop dan don’t give up. Berbisnis itu pasti ada gagalnya.”

Dengarkan informasi lengkapnya hanya melalui di Spotify. Di sana, ada banyak pengetahuan seputar keuangan buat kalian yang sedang memperkuat fondasi literasi finansial.

Tunggu apalagi? Yuk, ikuti siniarnya agar kalian tak tertinggal tiap ada episode terbarunya. Akses sekarang juga episode ini melalui tautan berikut .