infonesia.xyz – Secara singkat, brand image merupakan persepsi konsumen terkait suatu brand. Tanpa brand image yang kuat, konsumen mungkin akan melupakan suatu brand dan beralih ke brand lain dengan brand image yang lebih kuat.

Simak artikel berikut ini untuk mengetahui cara meningkatkan brand image yang efektif bagi perusahaan!

Menurut Freddy Rangkuti yang dikutip dari bbs.binus.ac.id, citra merek (brand image) adalah persepsi merek yang dihubungkan dengan asosiasi merek yang melekat dalam ingatan konsumen. Sejumlah alat pemasaran yang dapat digunakan untuk menciptakan brand image adalah produk itu sendiri, kemasan/label, nama merek, logo, warna yang digunakan, titik promosi pembelian, pengecer, iklan dan semua jenis promosi lainnya, harga, pemilik merek, negara asal, bahkan target pasar dan pengguna produk.

Berikut adalah berbagai contoh brand image yang dapat Anda jadikan gambaran:

Merek A memproduksi jam tangan premium berkualitas tinggi dengan logam dan batu mulia. Arloji handmade adalah simbol kekayaan dan status yang memproyeksikan citra kesuksesan bagi pemakainya. Perusahaan ini hanya menggunakan bahan baku berkualitas tinggi untuk membedakan dirinya dari kompetisi jam tangan yang ada dan melengkapi celah yang terjadi pada merek-merek lain.

Pelanggan memandang arloji merek A sebagai puncak aksesori pribadi dan arloji berkualitas tinggi. Dengan reputasi tersebut, merek A mempertahankan basis pelanggan yang solid dan terus mendorong penjualan dengan model-model baru yang terbuat dari bahan yang semakin langka dan secara handmade untuk mendukung kualitas dan konsistensi perusahaan.

Logo untuk minuman merek B adalah ombak hijau dengan peselancar di atasnya yang sedang memegang minuman. Penggambaran ini membantu mewujudkan identitas perusahaan yang menyenangkan, relaksasi, dan penyegaran. Merek B menciptakan minuman energi yang unik dari bahan-bahan sustainable dengan kemasan minuman olahraga pertama yang dapat terurai. Pelanggan melihat merek B sebagai perusahaan yang bertanggung jawab yang memperhatikan kesehatan planet ini dengan serius, tetapi juga mendorong kesenangan dan relaksasi dengan bahan-bahan alami.

Merek B memberikan sejumlah dana bantuan untuk habitat lokal dan proyek biologi kelautan yang membantu meningkatkan kesehatan dan kualitas kehidupan laut dan ekosistem lokal. Hal ini membantu memperkuat komitmen merek terhadap keberlanjutan dan kecintaan mereka untuk bumi serta menciptakan kepercayaan antara pelanggan dan merek. Sejak upaya restorasi habitat laut tersebut, penjualan meningkat 50% dalam satu kuartal dengan 10.000 pesanan baru dari perorangan dan toko lokal.

Merek C membangun kredibilitasnya sebagai perusahaan pakaian sustainable pertama yang menggunakan rami dalam semua produknya. Rami adalah bahan baku yang lebih ramah lingkungan dan sustainable daripada kapas, poliester, atau serat lainnya. Perusahaan mengontrol pertumbuhan dan budidaya rami, kemudian hanya memproduksi rami organik untuk serat yang paling kuat dan tahan lama. Pelanggan mempercayai pakaian merek C untuk bertahan lebih lama daripada para pesaing dengan lebih sedikit robekan atau sobekan.

Merek ini memperkuat citra sustainable dengan meneliti cara-cara baru untuk menenun benang rami untuk pakaian yang lebih kuat dengan fitur-fitur tambahan seperti serat tahan air dan tahan air mata.

Untuk meningkatkan brand image yang kuat dan mampu diingat banyak orang, diperlukan sejumlah langkah yang kemudian diterapkan untuk mendukung hal tersebut. Berikut adalah tiga cara meningkatkan brand image:

Cara pertama dalam meningkatkan brand image yang kuat adalah memiliki positioning yang tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menempatkan posisi brand secara spesifik di benak pelanggan. Membantu positioning adalah menempatkan semua aspek dari brand value (termasuk manfaat fungsional) secara konsisten sehingga selalu jadi nomor satu di benak pelanggan.

Cara selanjutnya adalah memiliki brand value yang tepat. Brand value sama dengan membentuk brand personality dan hal ini lebih cepat berubah daripada brand positioning karena brand personality berkaca pada perubahan selera konsumen.

Tahap akhir untuk mengkomunikasikan brand value dan positioning yang tepat kepada konsumen adalah memiliki konsep brand yang tepat. Pengembangan konsep merupakan proses kreatif yang dapat terus berubah sesuai dengan daur hidup produk yang bersangkutan. Konsep yang baik sama dengan kemampuan untuk mengkomunikasikan seluruh elemen brand value dan positioning yang tepat sehingga brand image meningkat terus-menerus.

Menurut Simamora yang dikutip dari bbs.binus.ac.id, indikator citra merek (brand image) terdiri dari tiga bagian, yaitu:

Itulah berbagai cara untuk meningkatkan brand image agar semakin kuat, mulai dari memiliki positioning, brand value, hingga konsep yang tepat. Untuk menerapkan ketiga cara ini, Anda perlu mengetahui apa saja indikator brand image yang terlibat dan perlu disesuaikan.