infonesia.xyz – Balai Yasa Yogyakarta menggelar kegiatan open house selama tiga hari, 23-25 September 2022, untuk mengenalkan proses perawatan kereta api dan lokomotif kepada masyarakat luas sehingga mereka lebih mencintai moda transportasi tersebut.

“Kegiatan open house seperti ini baru diselenggarakan untuk pertama kali. Harapannya, masyarakat memahami seluk beluk Balai Yasa yang selama ini memang tidak dapat diakses secara terbuka untuk masyarakat umum,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo saat membuka open house di Balai Yasa Yogyakarta, Jumat.

Melalui kegiatan tersebut, Didiek berharap masyarakat mendapat edukasi bahwa layanan kereta api tidak hanya berada di lingkungan stasiun tetapi juga di bengkel kereta api yang memiliki tugas penting untuk memastikan seluruh sarana kereta api dalam kondisi laik jalan.

Kegiatan open house akan diselenggarakan di seluruh Balai Yasa, dimulai dari Balai Yasa Yogyakarta dilanjutkan dengan Balai Yasa Gubeng pada Minggu (25/9) dan berakhir di Balai Yasa Manggarai pada Senin (26/9).

“Setiap Balai Yasa memiliki ciri khas masing-masing. Kegiatan open house ini terbuka untuk umum. Tetapi tentunya akan ada pengaturan pengunjung karena bagaimanapun juga, Balai Yasa adalah bengkel dengan banyak peralatan berat,” katanya.

Ia mengingatkan pengunjung untuk selalu mematuhi arahan dari petugas dan mengutamakan keselamatan saat melihat proses perawatan sarana kereta api.

Pengunjung diminta melakukan registrasi secara daring karena akan ada pembatasan yaitu sekitar 1.000 orang per hari untuk Balai Yasa Yogyakarta.

“Kami akan melihat bagaimana respons masyarakat terhadap kegiatan open house ini dan apakah nantinya dimungkinkan digelar kegiatan serupa secara rutin atau pengembangan lainnya,” katanya yang menyebut open house tersebut sebagai inovasi KAI.

Didiek mengatakan, open house tersebut berpotensi dikembangkan sebagai sebuah kegiatan pariwisata pendidikan terkait kereta api.

Sementara itu, EVP UPT Balai Yasa Yogyakarta Eko Windu Widio Purnomo mengatakan, antusiasme masyarakat untuk mengikuti open house cukup tinggi. Dari registrasi hingga Rabu (21/9), sudah ada 2.735 orang yang mendaftar. Terbanyak pada Minggu (25/9) sebanyak 1.320 pendaftar, Sabtu (24/9) 1.078 pendaftar dan Jumat (23/9) sebanyak 347 pendaftar.

“Selain dapat melihat secara dekat proses perawatan kereta api dan lokomotif, ada juga pameran foto, stan UMKM serta lomba yang kami selenggarakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan Balai Yasa Yogyakarta berpotensi dikembangkan menjadi destinasi pariwisata yang menarik karena bengkel kereta api tersebut memiliki sejarah yang kuat.

“Narasi untuk pariwisata bisa dibangun mulai dari bangunan yang berusia tua, kegiatan di bengkel kereta api dan aspek menarik lainnya,” katanya yang membuka diri untuk kerja sama pengembangan pariwisata.