infonesia.xyz – Melansir data RTI, Jumat (23/9/2022) IHSG diawal pra perdagangan dibuka melemah 15,7 basis poin atau terdepresiasi 0,22 persen ke level 7.203.

Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib laju IHSG semakin menanjak hingga level 7.205 atau telah mengalami pelemahan hingga 0,19 persen.

Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka melemah, pada awal perdagangan indeks ini turun 3,5 basis poin atau melemah 0,34 persen di level 1.029.

Pada level tersebut IHSG telah ditransaksikan sebanyak 88 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp125 miliar dan volume transaksi mencapai 9 ribu kali.

Sebanyak 112 saham menguat, 60 saham melemah dan 214 saham belum ditransaksikan.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan secara teknikal saat ini indeks saham masih berada dalam fase konsolidasi.

“Pola pergerakan masih belum menunjukkan tanda-tanda kekuatan naik yang dapat mengimbangi tekanan turun indeks,” kata William dalam analisanya.

Meski demikian, William juga mengatakan dalam jangka panjang IHSG masih terlihat akan tetap menguat. Oleh karena itu, ia menyebut koreksi jangka pendek ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian.

“Peluang koreksi masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian terutama untuk saham saham yang berfundamental kuat,” kata William.

Ia pun memproyeksi pasar saham bergerak dalam rentang support 7.123 dan resistance 7.273 hari ini. William merekomendasikan sejumlah saham, yakni SMRA, BSDE, ASRI, PWON, CTRA, ASII, TLKM, TBIG, dan BBCA.