infonesia.xyz – Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil riset Biro Riset Infobank yang mengadakan penilaian atau rating terhadap kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah atau badan usaha milik negara (BUMN) yang basis penilaiannya adalah kinerja. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja keuangan periode tahun buku 2020-2021.

Berdasarkan data rating, dari lima aspek penilaian yakni pertumbuhan yang indikatornya adalah aktiva, ekuitas, pendapatan usaha, dan laba tahun berjalan; rasio aktiva lancar terhadap kewajiban jangka pendek; solvabilitas; efisiensi yang dicerminkan oleh rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO); dan rentabilitas yang indikatornya rasio laba usaha terhadap pendapatan usaha (return on asset/ROA), return on equity/ROE), Jamkrindo mendapat nilai sempurna di empat aspek penilaian, yaitu pertumbuhan, rasio aktiva lancar terhadap kewajiban jangka pendek, efisiensi yang dicerminkan oleh rasio BOPO, dan rentabilitas. Sedangkan, untuk aspek solvabilitas, nilainya mendekati sempurna.

Di sisi pertumbuhan, tahun lalu Jamkrindo membukukan laba bersih Rp1,07 triliun atau tumbuh 133,71% secara tahunan. Kenaikan laba didongkrak oleh besarnya volume penjaminan Jamkrindo sampai dengan periode Desember 2021 yang mencapai Rp247,61 triliun.

Selain itu, Jamkrindo mencatatkan cadangan klaim senilai Rp5,66 triliun atau naik 41% dari tahun sebelumnya dengan memiliki cash flow operasi positif. Pertumbuhan pencadangan klaim ini merupakan strategi perusahaan untuk memitigasi risiko dan menjaga kinerja perusahaan di tahun berikutnya. Jamkrindo mencatatkan aset pada 2021 sebesar Rp25,35 triliun, naik 32,57% dari tahun sebelumnya sebesar Rp19,12 triliun.

Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Suwarsito mengatakan, penghargaan merupakan bentuk apresiasi masyarakat atas peran dan kontribusi perusahaan di masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk senantiasa menghasilkan kinerja dan pelayanan terbaik,” ujarnya.